Bappeda langsa bahas dokumen rencana umum penanaman modal

Bappeda Langsa Bahas Dokumen Rencana Umum Penanaman Modal 2017-2025

Bappeda Kota Langsa melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) pembahasan Dokumen Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kota Langsa 2017-2025, Kamis 3 November 2016.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas Laporan Akhir Penyusunan Dokumen RUPM Lota Langsa 2017-2025. Sebelumnya dokumen tersebut juga telah dibahas sebanyak 2 kali (laporan pendahuluan dan laporan kemajuan) oleh tim penyusun bersama SKPK terkait di lingkungan Setdako Langsa.

Dokumen tersebut terdiri dari Naskah Akademis RUPM Kota Langsa dan Draf Peraturan Walikota Langsa tentang RUPM Kota Langsa 2017-2025.

Plt Wali Kota Langsa yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Setdako Langsa, Suriyatno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun dokumen RUPM Langsa dari Fakultas Ekonomi Universitas Samudra yang telah bekerja secara maksimal dalam penyusunan dokumen RUPM tersebut.

Tim penyusun dokumen ini terdiri dari Muhammad Nur Daud, Rinaldi Syahputra, Muhammad Rizal, dan Martahadi.

"Kami berharap kerjasama antara Pemerintah Kota Langsa dengan Fakultas Ekonomi Universitas Samudra ini terus berlanjut dan dapat terus berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi Kota Langsa di masa yang akan datang," ujarnya.

Anggota tim penyusun mengatakan bahwa, Kota Langsa memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi daerah destinasi investasi di Provinsi Aceh. Tetapi di lain pihak, Kota Langsa masih menghadapi banyak kendala terutama permasalahan internal.

"Fokus strategi ke depan adalah meminimalkan masalah-masalah internal, terutama meningkatkan koordinasi antar SKPK terkait penanaman modal dan peningkatan status Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) menjadi setingkat Badan atau Dinas sehingga lebih fokus dalam melakukan promosi penanaman modal untuk menangkap peluang investasi dari dalam negeri dan luar negeri di masa yang akan datang," kata Rinaldi dalam pemaparannya.

Di samping itu, perlu melakukan koordinasi yang baik dengan pemerintah kabupaten di wilayah hinterland yang berada dalam pembangunan koridor ekonomi wilayah timur yang terdiri dari Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues agar tidak tumpang tindih dalam pelaksanaan investasi.

Menanggapi hasil kajian yang disampaikan tim penyusun dokumen RUPM, Asisten I Bidang Pemerintahan Setdako Langsa, Suriyatno, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Langsa dalam waktu dekat akan meningkatkan status KP2T menjadi setingkat dinas, agar kegiatan promosi penanaman modal di Langsa dapat dilaksanakan lebih fokus dan dan terarah.

Di samping itu, Pemko Langsa juga telah membentuk BUMD yang telah siap menanamkan modal dalam bidang pariwisata. Ke depan diharapkan dengan adanya dokumen RUPM ini dapat menjadi panduan dalam penyusunan action plan penanaman modal pada setiap SKPK di Kota Langsa, ujarnya.

Kegiatan FGD ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari unsur SKPK dalam lingkungan Setdako Langsa dan perwakilan SKPK dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Sumber : http://mediaaceh.co/news/bappeda-langsa-bahas-dokumen-rencana-umum-penanaman-modal-2017-2025-13370

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *