Perlukah Kita Menabung Saham?

Muhammad Rizal -
Dosen Fakultas Ekonomi-Universitas Samudra -

Banyak diantara kita sedikit ngeles dengan istilah menabung, sesuatu yang mudah diucapkan akan tetapi bagi sebahagian dari kita sangat sulit di lakukan. Banyak sekali alasan yang bisa kita munculkan sebagai pembenar untuk kita tidak menabung seperti biaya hidup yang tinggi, banyak kebutuhan, pendapatan yang kurang atau dengan kata lain bisa muncul sejuta alasan untuk tidak menabung. Pada dasarnya menabung adalah menyisihkan sebahagian dari hasil yang kita peroleh untuk di simpan. Nah, kata-kata menyisihkan ini yang sulit dilakukan karena apa? Karena menyisihkan itu sering kita lakukan kalo ada sisa, bisa penulis pastikan bahwa kalo kita sisihkan jikalu ada sisa, maka bisa dipastikan niat menabung tersebut pasti buyar.

Apa yang mesti kita lakukan? Hal sederhana yang bisa kita lakukan jadikan menabung tersebut sebagai kegiatan prioritas baik prioritas pertama maupun kedua..jangan terakhir. Ingat..JANGAN TERAKHIR. Ketika ketika menerima gaji/pendapatan dari usaha atau bahkan uang jajan, sisihkan 5-25% dari dana tersebut untuk disimpan, lakukan hal ini di depan bukan di akhir. Penulis terinspirasi dari fenomena banyaknya dari kita yang terbelenggu oleh hutang di BANK, otomatis ketika kita terbelenggu oleh hutang maka membayar hutang menjadi prioritas pertama dari kegiatan keuangannya. Jadi sangat aneh ketika tidak punya hutang, kita tidak menjadikan menabung menjadi prioritas utama kita, mari kita berhitung bagaimana kekuatan menabung bisa membuat kita lebih makmur :

Ketika seseorang rutin menabung katakanlah Rp1 juta per bulan dengan asumsi pendapatan 3-5juta sebulan, maka setelah 5 tahun, ia akan lebih kaya minimal Rp60 juta dibanding mereka yang tidak pernah menabung selama 5 tahun tersebut. Penulis katakan minimal, karena ketika seseorang sudah suka menabung sejak awal, maka nilai setoran tabungannya biasanya akan naik dari waktu ke waktu seiring dengan meningkatnya penghasilan.

Tapi kalau seseorang tidak pernah suka menabung, maka mau terima gaji berapapun percuma saja, karena akan selalu habis lagi dan lagi dan lagi.....

Hmm wait, kalo kita hanya sekedar menyimpa uang baik di bank apalagi dibawah bantal, maka hasilnya bisa dipastikan tidak maksimal karena uang kita tersebut akan tergerus inflasi belum lagi bakal tergerus dengan biaya administrasi ini dan itu. Atau misalkan kita abai dengan pengaruh inflasi, apabila seseorang menabung 1 juta per bulannya maka setelah lima tahun tabunganya akan senilai 60 juta di lima tahun yang akan datang, namun 60 juta yang akan kita kumpulkan di lima tahun yang akan datang akan memiliki nilai yang berbeda dengan 60 juta saat ini.

Oleh sebab itulah, selain menabung, dikenal pula istilah investasi. Dan yang disebut investor adalah mereka yang tidak sekedar mampu menabung atau mengumpulkan aset, tapi juga mampu mengembangkan aset tersebut hingga tumbuh berlipat-lipat dalam jangka panjang. Yup, jadi jika seseorang menabung sebesar Rp1 juta per bulan, maka seperti yang sudah disebut diatas, setelah lima tahun ia akan memiliki aset senilai Rp60 juta.

Namun jika ia mampu menginvestasikan tabungannya tersebut dengan return 20% saja per tahunnya, maka, mari kita berhitung..(penulis sering menggunakan kalkulator finansial atau bisa klik ) bagaimana hasilnya..yess anda benar, Setelah lima tahun, ia akan memiliki aset senilai Rp103,5 juta, alias hampir dua kali lipat lebih besar, dan perbedaan nilai aset ini akan lebih besar lagi jika jangka waktunya diperpanjang katakanlah hingga sepuluh, lima belas, atau dua puluh tahun.

Baik, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas biar penulis langsung kasih angkanya saja disini: Jika anda menabung Rp1 juta per bulan selama 20 tahun, maka anda akan memperoleh Rp240 juta. Tapi jika anda menginvestasikan tabungan anda tersebut dengan return 20% per tahun, maka hasilnya adalah, woow.. Rp3.1 milyar! Jika anda memang lihai dalam investasi, dimana katakanlah rata-rata return-nya mencapai 25% per tahun, maka hasilnya adalah Rp6.8 milyar !!!. poin penting yang bisa kita simpulkan, berapapun return investasinya, tapi yang jelas dalam jangka panjang hasilnya akan jauuuuuh lebih besar dibanding jika anda cuma menabung seperti biasa di bank apalagi dibawah bantal !!. Selain itu perhatikan pula bahwa ilustrasi diatas adalah dengan asumsi bahwa anda hanya menyetor Rp1 juta saja per bulannya selama 20 tahun, jadi gak pernah dinaikin jadi 2 atau 3 juta gitu. Ingat, seiring perjalanan waktu pendapatan kita juga akan naik. Coba bayangkan hasilnya..??

Pertanyaan selanjutnya yang harus kita jawab bersama adalah bagaimana kita bisa mendapatkan hasil investasi 15%, 20%,25% bahkan 40%?apakah cukup dengan menabung? Penulis sendiri mendapat informasi tingkat suku bunga menabung sekitar 1-2% per tahun. well, sepertinya menabung di bank bukan solusi yang bijak. Banyak alternatif lain seperti reksa dana, deposito, saham, obligasi, emas dan properti bisa dijadikan sebagai alternatif pilihan invetasi. Namun perlu diperhatikan dalam setiap jenis investasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dalam memberi keuntungan dan risiko.

Bagaimana dengan konsep menabung kita jikalau berkeinginan investasi properti?sepertinya masih agak sulit kita lakukan karena langsung membutuhkan dana besar untuk membeli sebuah properti. Alternatif lain adalah dengan reksadana, saham dan emas. Karena berinvestasi pada instrumen tersebut saat ini bisa kita lakukan dengan cara mencicil alias menabung. Hanya dengan minimal setoran bulanan 100.000 kita sudah bisa berinvestasi di ketiga instrumen investasi tersebut.

Tentu untuk bisa berinvestasi dengan baik maka perlu “cara” yaitu pengetahuan dan pengalaman, kita tidak akan bisa langsung menyebut kita sudah menjadi investor hanya karena sudah memiliki rekening pada salah satu perusahaan keuangan. Lebih dari pada itu kita harus menanamkan suatu konsep pada diri sendiri bahwa berinvestasi terutama di saham dan reksadana haruslah di awali dengan niat menabung yaitu menyimpan sebahagian dari pendapatan kita dan mengembangkan aset tersebut dalam jangka panjang agar pada saatnya nanti kita bisa memiliki aset yang berlimpah.

Didalam salah satu bukunya, Guru besar keuangan, Warren Buffett, beliau mengatakan bahwa, ‘Tidak penting seberapa besar pendapatanmu. Yang penting adalah seberapa besar dari pendapatan tersebut yang gak cuma lewat di rekening bank, melainkan bisa disimpan dan menjadi aset yang bermanfaat untuk jangka panjang’.

Jadi apalagi yang kita tunggu..?? mari, kita nabung saham!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *