UKM-PA Jempa Memperingati Hari Lahan Basah Sedunia

Halo sahabat alam.

Sinar mentari kala pagi itu sungguh menghangatkan, dikelilingi hutan bakau yang sangat indah, deretan tumbuhan bakau yang eksotis seolah memberikan harapan akan manfaatnya.

Selain dapat menahan erosi dan abrasi dari hempasan ombak air laut terhadap permukaan tanah.
Hutan bakau juga menjadi tempat berkembangnya habitat dengan berbagai jenis hewan. Selain itu bakau juga memiliki nilai daya estetika yang dapat dijadikan referensi untuk wisata alam atau sebuah penelitian.

Perhatian khusus diberikan oleh Pemko Langsa terkait dengan penanganan lingkungan dalam upaya memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, mapala Jempa juga ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon bakau yang diadakan di pelabuhan Kota Langsa, Kuala Langsa, jum’at (8/2/2019).

Walikota Langsa Usman Abdullah, SE mengatakan, penanaman pohon itu merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap planet bumi sebagai tempat tinggal makhluk hidup. Dijelaskannya, Pemko Langsa telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat sekitar hutan mangrove agar menjaga dan mengembangkan hutan mangrove yang ada.

Selain unsur pemerintahan, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (PDASHL KLHK) bapak Dr. Ir. Ida Bagus Putera Prathama, M.Sc

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen PDASHL KLHK bapak Dr. Ir. Ida Bagus Putera Prathama, M.Sc. Juga memberikan sebuah piagam penghargaan kepada Mapala Jempa dan juga para pegiat lingkungan atas partisipasinya dalam acara tersebut.

Semoga dengan piagam penghargaan ini, dapat memotivasi kami khususnya dan semua pihak untuk peduli serta ikut melestarikan lingkungan.[Ikhsan]