Mapala Jempa FE-UNSAM Ekspedisi Jelajah Hutan Mangrove

LANGSA, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Jempa Fakultas Ekonomi Universitas Samudra (UNSAM), menggelar kegiatan ekspedisi jelajah Hutan Mangrove Kuala Langsa, dengan mengangkat tema “Cerita Dari Pesisir Timur”. Kegiatan tersebut dirangkai dalam berapa sesi acara, yaitu Workshop Mangrove 4.0, mengeksplorasi Pulau Telaga Tujoh, dan penanaman bibit pohon mangrove.

Ketua panitia Hadi Lamkaruna yang didampingi Ketua Jempa Eriska Ariyanti, menyampaikan bahwa acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Kampanye Pelestarian Hutan Mangrove yang diselenggarakan Mapala Jempa.

Menurutnya, kegiatan Ekspedisi Jelajah Hutan Mangrove yang berlangsung satu hari penuh, Kamis (10/12/2020) ini dimulai dengan Workshop Mangrove 4.0 yang membahas tentang ” jejaring sosial untuk kampanye penyelamatan hutan mangrove”.

Workshop Mangrove 4.0 tersebut diisi oleh pemateri Anton Syahputra Siregar dari Yayasan Gajah Sumatra dan Nurlailita SP, M.Si dari Kesatuan Pengamanan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Board Campaign atau kampanye lukisan dari media tampah. Peserta yang hadir di Biar Campaign ini mengekspresikan kreatifitasnya untuk pelestarian hutan mangrove lewat lukisan.

Acara selanjutnya, tambah Hadi Lamkaruna, mengeksplorasi Pulau Telaga Tujoh Kota Langsa, pulau yang persisnya berada di depan Laut Selat Malaka, merupakan muara arah masuk ke Pelabuhan Kuala Langsa.  

Menurut legenda, di pulau kecil (Pulau Teulaga Tujoh) ini adalah tempat bermukimnya para 7 Aulia. Karena jarang di datangi oleh orang, pulau yang indah tersebut perlahan mulai mengalami abrasi. Kemudian, mahasiswa dari komunitas Mapala Jempa bersama para peserta melakukan penanaman bibit pohon mangrove, untuk mencegah intrusi ari laut, erosi, dan abrasi pantai di Pulau Teulaga Tujoh ini.

“Rangkaian kegiatan kampanye ini pun menjadi upaya untuk menyadarkan masyarakat luas akan pentingnya ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir maupun perkotaan,” tutup Hadi Lamkaruna.